Al-Baqarah : 257

Bismillah,

Surat pilihan hari ini adalah Al-Baqarah ayat 257. Tentang apa? Tentang Allah Subhanahu wa ta'ala memberi nikmat keimanan.



ٱللَّهُ وَلِىُّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ يُخْرِجُهُم مِّنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ ۖ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَوْلِيَآؤُهُمُ ٱلطَّٰغُوتُ يُخْرِجُونَهُم مِّنَ ٱلنُّورِ إِلَى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ أُو۟لَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ




Artinya : 

Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya. ( Qs Al - Baqarah : 257 ) 




Penjelasan dan Refleksi Ayat 

Allah melindungi semua orang - orang yang beriman kepada-NYA. Allah Subhanahu Wa Ta'ala membimbing, menolong dan mengeluarkan mereka dari gelapnya kekafiran dan kebodohan ke terangnya keimanan dan ilmu. 

Sedangkan orang kafir, pelindung mereka adalah setan dan temannya yang membuat kekafiran mereka nampak indah dimata mereka, lalu mereka mengeluarkan orang kafir itu dari terangnya iman & ilmu kemudian beranjak ke gelapnya kekafiran serta kebodohan. Maka itulah mereka para penghuni neraka kekal abadi. 

Kedekatan dengan Allah Subhanahu wa ta'ala bisa diperolah dari keimanan dan juga ketaqwaan. 







04 Ramadan 1441H 
27 April 2020 












Al-baqarah : 186

Bismillah, 

Pada postingan kali ini masih tentang topik mengingat kasih sayang Allah Subhanahu wa ta'ala , setelah penjelasan pada Al-baqarah : 185 lalu bentuk kasih sayang Allah Subhanahu wa ta'ala adalah dengan meringankan perintah-NYA. Maka surat pilihan kali ini adalah Al-baqarah : 186 yang menceritakan tentang Allah Subhanahu wa ta'ala  menjawab semua doa - doa kita. 


وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌ ۖ أُجِيبُ دَعْوَةَ الدَّاعِ إِذَا دَعَانِ ۖ فَلْيَسْتَجِيبُوا لِي وَلْيُؤْمِنُوا بِي لَعَلَّهُمْ يَرْشُدُونَ

Artinya: 

Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdoa apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran. ( Qs. Al-Baqarah : 186 ) 



Penjelasan dan refleksi ayat 

Dalam surat ini, Allah Subhanahu wa ta'ala menjawab semua doa hamba-NYA dengan banyak cara, ga semua dijawab langsung, disegerakan namun ditunda dan pasti dijawab dan diijabah. Allah Subhanahu wa ta'ala akan menjawab setiap doa kita di waktu yang menurut - NYA sesuai dan tepat sesuai kebutuhan kita, maka jangan pernah lelah untuk selalu berdoa. Karena Allah Subhanahu wa ta'ala paham kapan kita benar - benar membutuhkan. 

Setiap doa yang dipanjatkan tak ada yang sia - sia maka jangan pernah jenuh berdoa, berdoa berdoa dan terus lah berdoa, karena doa adalah senjata umat Islam. 



Doa saya : 

Yaa Rabb, berkahilah hidup saya, lembutkanlah hati saya dan tetapkan keimanan setiap saat untuk saya, aamiin. 



03 Ramadan 1441H 
26 April 2020










Al - Baqarah 185

Bismillah,

Alhamdulillah, sudah memasuki hari ke - dua Ramadan yaa. Gimana puasanya? Alhamdulillah, semoga puasa kita diterima Allah dan berkah ya, aamiin.



#QuranJurnal hari ini adalah mentadabburi surat Al-Baqarah ayah 185 , tentang Allah subhanahuwata'ala meringankan perintah-NYA. 

Ayat Pilihan 


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِيْٓ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰنُ هُدًى لِّلنَّاسِ وَبَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَالْفُرْقَانِۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ ۗ وَمَنْ كَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّامٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِكُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِكُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُكْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُكَبِّرُوا اللّٰهَ عَلٰى مَا هَدٰىكُمْ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُوْنَ




Artinya : 
Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur'an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barangsiapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur. ( Qs. Al-Baqarah : 185 ) 



Penjelasan Ayat 

Turunnya Al-Quran adalah pada bulan Ramadan / bulan puasa. Jadi betapa istimewa nya bulan Ramadan. Puasa ada kaitannya dengan Al-Quran, begitu kuat. Kenapa? Sebab diangkatnya ketergantungan hati kita sebagai manusia kepada Allah Subhanahuwata'ala. 

Allah Subhanahuwata'ala menyebut bulan Ramadan ini sebagai bulan yang diturunkannya Al-quran, supaya ketergantungan sebagai setiap muslim terhadap Al-quran itu tinggi dan supaya manusia lebih sibuk dengan Al-Quran. KArena dalam Al-Quran semua tentang aturan kehidupan sudah jelas disana. 
Adanya keringanan bagi yang sakit atau dalam perjalanan untuk tidak berpuasa dan menggantinya dilain hari, sesungguhnya ini juga merupkan bukti cinta Allah Subhanahuwata'ala untuk kita semua. Bukankah islam itu memang meringankan? 



Doa saya : 

YA Rabb jadikan Ramadan ini penuh berkah untuk saya dan keluarga, berikanlahlah keagungan dan ampunan dosa dibulan ini untuk saya dan keluarga serta semua ummat muslimin dan muslimah, aamiin, 




02 Ramadan 1441H
25 April 2020



Tian lustiana 


Yunus : 57

Assalamualaikum

Bismillah, 



يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدۡ جَآءَتۡكُم مَّوۡعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمۡ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحۡمَةٌ لِّلۡمُؤۡمِنِينَ


Artinya: 

"Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman. " (QS Yunus : 57)  




PENJELASAN AYAT 

Maksud dari ayat tersebut adalah Alqur'an mempunyai fungsi untuk memperbaiki jiwa manusia. Diantaranya:

1. Mauziah, yaitu pelajaran dari Allah agar manusia memcintai yang benar dan membenci yang buruk.
 2. Syifa, yaitu sebqgai obat penyembuh bagi penyakit yang bersarang di dalam dada, seperti kufur, syirik, dan munafik.
3. Huda, yaitu petunjuk yang lurus yang menyelamatkan manusia dari keyakinan yang sesat.
4. Rahmah, yaitu karunia yang di berikan kepada orang-orang beriman yang dapat mereka petik dari petunjuk al-qur'an.




Kesimpulan : 

Ayat tersebut adalah orang-orang mukmin yang berpedoman kepada al-qur'an dan melaksanakan ajarannya bergembira, karwna mereka telah memperoleh rahmat Allah yang paling berharga, melebihi keutamaan-keutamaan lain yang mereka dapati.






Wassalam, 
01 Ramadan 1441H
24April 2020



Tian lustiana 




Quran Jurnal : Qs Al - Baqarah 183

Bismillah,
Alhamdulillah 1 Ramadan 1441 bertepatan dengan 24 April 2020 besok kita akan menunaikan ibadah Shaum Ramadan. Bahagia? Pastinya. Namun ada perasaan sedih juga, dimana pada tahun ini ibadah shaum kita tuh tidak seperti tahun sebelumnya. 

Namun percayalah, semua akan ada hikmahnya. Insya Allah. 

Sebagai warming up #QuranJurnal untuk lebih semangat mentadabburi Alquran, saya mengikuti program dari QuranJurnalIndonesia buat ikutan #QuranJurnal . Diawali dengan refleksi dari surat AL - Baqarah ayah 183 . 


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ


Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, 

Artinya :  
(Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu) di antara umat manusia (agar kamu bertakwa) maksudnya menjaga diri dari maksiat, karena puasa itu dapat membendung syahwat yang menjadi pangkal sumber kemaksiatan itu.


PENJELASAN AYAT 
Ayat di atas menerangkan bahwa puasa merupakan sebab terbesar untuk memperoleh ketakwaan. Puasa merupakan tameng bagi seseorang dari perbuatan maksiat, karena ia dapat melemahkan syahwat yang menjadi sumber maksiat. Di dalam puasa terkandung nilai-nilai ketakwaan 

183. كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ (diwajibkan atas kamu berpuasa) Yakni Allah mewajibkan atas kalian untuk berpuasa; yaitu menahan segala yang membatalkan puasa disertai dengan niat untuk menjalankannya, dimulai dari terbitnya fajar sampai terbenamnya matahari. كَمَا كُتِبَ (sebagaimana diwajibkan) Yakni sebagaimana Allah mewajibkannya. عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ (atas orang-orang sebelum kamu) Yakni mereka adalah umat Nabi Musa dan Isa. لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (kamu agar kamu bertakwa) Yakni dengan menjaga puasa tersebut; karena puasa melemahkan keinginan hawa nafsu.

Refleksi dan Pelajaran yang bisa saya amalkan : 
Allah Subhanahuwata'ala mewajibkan atas kita semua sebagai umatnya untuk berpuasa, menahan segala yang bisa membatalkan puasa. Harus disertai dengan niat yang kuat untuk menjalankannya. 

Menjaga puasa : Sebab, dengan puasa bisa melemahkan keinginan atau hawa nafsu yang tidak baik. 

Bismillah, mudah - mudahan puasa Ramadan 1441 H ini bisa memberikan banyak berkah dan barokah terhadap saya dan semuanya, aamiin. 

Selamat menunaikan ibadah puasa Ramadan. 



Wassalam,